Strategi Pendukung Kreatifitas
Pembelajaran Guru
Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan kata – kata “setrategi”
karena sering kita mensengar kata – kata itu didalam kehidupan kita sehari –
hari baik dilingkungan sekulah maupun masyarakat. Setrategi adalah cara atau
teknik dalam mewujudkan dan melaksanakan idea tau suatu hal agar dapat di
impelementasikan untuk memperoleh hasil yang efektif dan memuaskan. Dalam
konteks guru pengembangan strategi kreatifitas perlu mengacu pada tugas dan
fungsi utama guru sebagai pengajar dan pendidik.
Sedikitnya ada 8
cara pengembangan kreatifitas guru.
1.
Memperluas
wawasan dan pengetahuan
Dalam hal ini seorang guru dituntut atau senantiasa berusaha
memperluasan wawasan dan pengetahuannya baik untuk kepentingan sendiri maupun
sebagai bagian pelaksanaan fungsi dan tugasnya supaya memperluas pengetahuannya
dalam kegiatan mengajar tidak monoton dan tidak membosankan. Sebaliknya apabila
seorang guru tidak mau berusaha memperluas wawasan dan pengetahuannya akan
mengekibatkan cenderung maonoton dan membosankan peserta didik dalam kegiatan
belajar mengajar. Untuk memperluas wawasan dan pengetahuan dapat dapat
diperoleh melalui kegiatan membeca yang bersumber dari buku – buku, Koran,
surat kabar, internet dan lainnya.
2.
Mengembangakan
komunitas kelas
Kelas dianggap komunitas kecil dalam lingkungan sekolah. Kalo kita
berbicara komunitas yang pasti tidak lepas dengan yang namanya interaksi social
baik individu dengan individu, kelompok dengan kelompok, individu dengan
kelompok. Interaksi bias terjadi antara siswa dengan siswa, guru dengan siswa
dan lainya. Komunitas kelas pun harus dibentuk dan dibina oleh guru supaya
tecipta suasana dan situasi social yang serasi dan akrab agar tercipta antara
guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa.
Dalam konterini juga seorang guru juga dituntun untuk biasa
berkereativitas untuk membentuk suasana kondusif, memberikan rasa senng, rasa
nyaman, mengasyikan, penuh keakraban dan penuh semangat. Sebaliknya jika
kehidupan komunitas kelas tidak berkembang dan monoton akan mengakibatkan siswa
kurang tertaik dan tidak semangat untuk
belajar.
3.
Mengembangkan
lingkungan fisik
Lingkungan fisik adalah tempat dan ruang dimana pembelajaran
berlangsung. Lingkungan fisik yang bersih, nyaman, tenang, indah, terang dan
lainnya akan memberikan energy positif, pembelajaran yang nyaman dan
menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif. Sebaliknya jika lingkungan
fisiknya berantakan, jotok, pengap, suram, kumuh, dan lembab akan mengakibatkan
pembelajaran kurang efektif, tidak lancer dan kurang bersemangat. Oleh karena
itu guru perlu berkereasi dalam mengelola dan membentuk tempat dan ruang
belajar yang kondusif.
4.
Mengembangkan
sikap keterbukaan
Dalam konteks ini guru harus bias mengetahui kadaan siswa baik
mengenai perilakunya, kehidupanya dan lainnya. Untuk mengetahui hal tersebut
bias dilalukan dengan cara diskusi, Tanya jawab, dan lainnya dalam peruses
pembelajaran.
5.
Mengoptimalkan
pemanfaatan teknologi pembelajaran
Dalam hal ini seorang guru harus bisa memanfaatkan teknologi untuk
mengembangkan metode pembelajaran sesuai dengan kebutuhan agar siswa tidak
bosan, tidak jenuh dengan apa yang guru sampaikan. Contoh menggunakan metode
diskusi, eksperimen dan simulasi.
6.
Memunculkan
tantangan
Seorang guru harus bias memnculkan tantangan kepada siswanya agar
siswa itu mau belajar lebih giat lagi dan tidak putus asa karena dirinya merasa
tertantang dengan peruses pembelajarannya.
7.
Mengembangkan
alat evaluasi
Seorang guru diangap berhasil dalam peroses pembelajaran apabila
siswa itu selalu berkembang tidak tetep dan ada kemejuan dari hari kehari.
8.
Memperhatikan
perbedaan individu siswa
Siswa merupakan individu yang memiliki karakteristik berbeda antara
satu dengan yang lainya, sehingga memerlukan perhatian guru untuk mengembangkan
setrategi kereativitasnya terhadap perbedaan itu. Secara umum dalam hal ini
siswa dapat di bedakan menjadi tiga yaitu sangat mampu, rata – rata dan kurang
mampu. Tindakan yang harus dilakukan kepada siswa yang rata – rata dan kurang
mampu dalam peruses pembelajaran yaitu perhatian dan perlakuan yang ekstra
dalam menyampaikan materi, memberikan penjelasan secara berulang-ulang dan
memberikan jam tambahan. Tetapi mungkin berbeda dengan siswa yang dikategorikan
mampu mungkin guru cukup menjelaskan satu kali/menjelaskan dengan metode
ceramah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar