Senin, 06 Januari 2014

Strategi Pendukung Kreatifitas Pembelajaran Guru



Strategi Pendukung Kreatifitas  Pembelajaran Guru
Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan kata – kata “setrategi” karena sering kita mensengar kata – kata itu didalam kehidupan kita sehari – hari baik dilingkungan sekulah maupun masyarakat. Setrategi adalah cara atau teknik dalam mewujudkan dan melaksanakan idea tau suatu hal agar dapat di impelementasikan untuk memperoleh hasil yang efektif dan memuaskan. Dalam konteks guru pengembangan strategi kreatifitas perlu mengacu pada tugas dan fungsi utama guru sebagai pengajar dan pendidik.
            Sedikitnya ada 8 cara pengembangan kreatifitas guru.
1.      Memperluas wawasan dan pengetahuan
Dalam hal ini seorang guru dituntut atau senantiasa berusaha memperluasan wawasan dan pengetahuannya baik untuk kepentingan sendiri maupun sebagai bagian pelaksanaan fungsi dan tugasnya supaya memperluas pengetahuannya dalam kegiatan mengajar tidak monoton dan tidak membosankan. Sebaliknya apabila seorang guru tidak mau berusaha memperluas wawasan dan pengetahuannya akan mengekibatkan cenderung maonoton dan membosankan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar. Untuk memperluas wawasan dan pengetahuan dapat dapat diperoleh melalui kegiatan membeca yang bersumber dari buku – buku, Koran, surat kabar, internet dan lainnya.
2.      Mengembangakan komunitas kelas
Kelas dianggap komunitas kecil dalam lingkungan sekolah. Kalo kita berbicara komunitas yang pasti tidak lepas dengan yang namanya interaksi social baik individu dengan individu, kelompok dengan kelompok, individu dengan kelompok. Interaksi bias terjadi antara siswa dengan siswa, guru dengan siswa dan lainya. Komunitas kelas pun harus dibentuk dan dibina oleh guru supaya tecipta suasana dan situasi social yang serasi dan akrab agar tercipta antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa.  Dalam konterini juga seorang guru juga dituntun untuk biasa berkereativitas untuk membentuk suasana kondusif, memberikan rasa senng, rasa nyaman, mengasyikan, penuh keakraban dan penuh semangat. Sebaliknya jika kehidupan komunitas kelas tidak berkembang dan monoton akan mengakibatkan siswa kurang tertaik  dan tidak semangat untuk belajar.
3.      Mengembangkan lingkungan fisik
Lingkungan fisik adalah tempat dan ruang dimana pembelajaran berlangsung. Lingkungan fisik yang bersih, nyaman, tenang, indah, terang dan lainnya akan memberikan energy positif, pembelajaran yang nyaman dan menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif. Sebaliknya jika lingkungan fisiknya berantakan, jotok, pengap, suram, kumuh, dan lembab akan mengakibatkan pembelajaran kurang efektif, tidak lancer dan kurang bersemangat. Oleh karena itu guru perlu berkereasi dalam mengelola dan membentuk tempat dan ruang belajar yang kondusif.
4.      Mengembangkan sikap keterbukaan
Dalam konteks ini guru harus bias mengetahui kadaan siswa baik mengenai perilakunya, kehidupanya dan lainnya. Untuk mengetahui hal tersebut bias dilalukan dengan cara diskusi, Tanya jawab, dan lainnya dalam peruses pembelajaran.
5.      Mengoptimalkan pemanfaatan teknologi pembelajaran
Dalam hal ini seorang guru harus bisa memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan metode pembelajaran sesuai dengan kebutuhan agar siswa tidak bosan, tidak jenuh dengan apa yang guru sampaikan. Contoh menggunakan metode diskusi, eksperimen dan simulasi.
6.      Memunculkan tantangan
Seorang guru harus bias memnculkan tantangan kepada siswanya agar siswa itu mau belajar lebih giat lagi dan tidak putus asa karena dirinya merasa tertantang dengan peruses pembelajarannya.
7.      Mengembangkan alat evaluasi
Seorang guru diangap berhasil dalam peroses pembelajaran apabila siswa itu selalu berkembang tidak tetep dan ada kemejuan dari hari kehari.
8.      Memperhatikan perbedaan individu siswa
Siswa merupakan individu yang memiliki karakteristik berbeda antara satu dengan yang lainya, sehingga memerlukan perhatian guru untuk mengembangkan setrategi kereativitasnya terhadap perbedaan itu. Secara umum dalam hal ini siswa dapat di bedakan menjadi tiga yaitu sangat mampu, rata – rata dan kurang mampu. Tindakan yang harus dilakukan kepada siswa yang rata – rata dan kurang mampu dalam peruses pembelajaran yaitu perhatian dan perlakuan yang ekstra dalam menyampaikan materi, memberikan penjelasan secara berulang-ulang dan memberikan jam tambahan. Tetapi mungkin berbeda dengan siswa yang dikategorikan mampu mungkin guru cukup menjelaskan satu kali/menjelaskan dengan metode ceramah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar